Cerita Sex Remasan Memek Munggil

Cerita Sex Abg Bugil - Panggil saja aku Robet, umurku saat ini sudah berkepala 4 menjelang 5, sudah berkeluarga dan sudah memeilik...




Cerita Sex Abg Bugil - Panggil saja aku Robet, umurku saat ini sudah berkepala 4 menjelang 5,
sudah berkeluarga dan sudah memeiliki 2 anak. Perilaku dlm kehidupan sex
normal, hanya saja jika pada umumnya laki-laki tertarik pada perempuan
yang umurnya lebih muda, berbody sexy dengan bokong bahenol dan berdada
montok, sementara aku justru lebih tertarik pada perempuan yang memiliki
rambut tebal dan panjang, untuk umur tdk masalah yang penting bukan
daun muda.

 Karena itu walau umurku kini sudah termasuk STW, tetapi jika melihat
perempuan yang berambut tebal dan panjang (kendati pemiliknya sudah
setengah baya).. langsung saja gairah seksku bangkit. Yach..bisa jadi
kondisiku ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa puberku dlm
berhubungan badan dengan lawan jenis.

Waktu itu umurku baru menginjak 15 tahun dan kata orang umur segitu
sedang ngebet-ngebetnya pengin ngesex (ngerasain ngesex). Cuma karena
belum cukup umur, biasanya keinginan tersebut hanya disalurkan dengan
cara beronani.

Pengalamanku diumur tersebut sedikit beruntung..
karena tdk harus berlama-lama swalayan. Dirumahku ada Tante Endah yang
saat itu sudah berumur 36 tahun tp bodynya masih Oke banget, rambutnya
tebal, ikal, hitam dan panjang.-cerita sex tante- Dia sejatinya teman
mamaku namun pada kesempatan-kesempatan tertentu dia bertindak sebagai
“guru” sekaligus menjadi muara birahiku yang sedang menggebu-gebu.

Tante Endah sangat pandai menjaga citra diri dan berakting manis didalam
keluarga kami. Sehingga meskipun kami sudah ngesex berkali-kali ? orang
tuaku tdk curiga sama sekali. Kami berdua sama-sama menikmati, dia
sangat puas karena dapat “burung muda” sementara akupun puas sebab tdk
harus konak sendirian, lumayanlah ngirit sabun, xixixixixixixi

Singkat cerita, Pada suatu hari tepatnya sabtu malam tp tanggal, bulan
dan tahunnya lupa, Aku benar-benar bingung dan resah. Waktu itu aku baru
pulang nonton film “Intan perawan kubu” dengan pemeran utama artis
YO.(tahu khan??) Nah disalah satu adegannya ia tampil polos, hanya
rambutnya yang ikal, panjang dibelah dua dan dipindahkan kedepan
sehingga menutupi toketnya.! Woouu.. aku jadi konak berat menyaksikan
adegan tersebut dan yang bikin tambah resah ketika aku pulang kerumah.

Inginnya langsung kusalurkan ke Tante Endah, namun lagi-lagi sial karena
ortu ku tdk jadi pergi malam itu, ketika aku pulang mereka sedang
ngobrol diruang keluarga sambil nonton TV. Pokoknya..benar-benar suntuk
aku malam itu, dan terpaksalah aku “onani”..(karena yang dikhayalin
Tante Endah)

Paginya harinya, aku dapat ide dan setelah sarapan pagi aku langsung bilang ke mamaku..

“Ma.. besok ada mata pelajaran sejarah, tp kata Pak guru kami disuruh
cari referensi buku lain,-cerita tante- jadi aku pagi ini mau ke toko
buku ya.”!

“Lho emangnya kamu berani pergi sendiri, khan Pak Joko (sopir) Hari ini libur” tanya mamaku..

” Berani sih, tp kalau Tante Endah mau nganterin juga boleh, nanti kami
naik taksi aja ” jawabku sambil melirik Tante Endah yang duduk disebelah
mamaku.

” Enak.. aja kamu, tanya dulu tuh sama Tante..!! Gimana.. Mbak, bisa ngga..! jawab mamaku sambil bertanya ke Tante Endah.

” ya.. udah Tante anterin..dasar anak manja “!! Tante Endah menimpali pembicaraan kami sambil tersenyum dikulum penuh arti.

” Tuh..Tante mau nganterin khan Ma”!!, Nah minta uangnya dong ma ”

” Huh .. dasar kamu Beet!!” Usai sarapan kami langsung bersiap-bersiap.

Tante Endah memakai rok terusan, rambutnya yang tebal dan panjang hanya
dilipat setengah, sehingga tampak ia hanya memiliki rambut sebahu.
Kamipun berpamitan pada kedua orang tuaku dengan tdk lupa minta uang
sanggu yang lebih dengan alasan kami mau makan diluar. Kira -kira 50
meter setelah kami meninggalkan rumah, langsung saja kucubit Tante Endah
sambil kukatakan..

“Terima kasih ya Tante mau nganterin, sebenarnya aku pusing nih Tante”!!

“Tante tau koq.. dari tadi malam khan, hehehehe?! kata Tante Endah sambil senyum sensasional.

“Lho ..kalau Tante tahu, koq tadi malam tdk kekamarku setelah papa mama tidur??”

“Tenang kita tuntaskan ditempat biasa” sambungnya lagi, dan taksipun melaju ke arah kemayoran,..

Setelah turun dari taksi kami langsung check in di
suatu tempat yang sudah tdk asing lagi bagi kami. Disinilah kami sering
ngesex jika keadaan dirumah tdk memungkinkan, tempat memang tdk terlalu
bagus tetapi cukup nyaman untuk menyalurkan hasrat sesaat, apalagi para
petugasnya sudah kenal dengan kami. Aku yang sudah menahan hasrat sejak
tadi malam, makanya begitu masuk kamar langsung kuserbu Tante Endah,
kami berguling-gulung dikasur dengan bibir berpagutan lengket sekali.

Mendapat serbuan mendadak, Tante Endah sempat terperangah, sambil
terenggah-enggah Tante Endah juga mengimbangi aktivitasku dengan
sesekali bergumam..

” huuh dasar abg!! tp .. nikmaattt koq”. Bibir kami terus saling melumat
sementara tangan kami saling bereaksi melucuti pakaian masing-masing..
sampai akhirnya kami berdua dlm keadaan bugil tanpa ada lagi yang
melekat ditubuh kami.

Setelah melucit pakaiannya, tanganku kembali aktif meremas toket Tante
Endah yang montok dan masih terasa kenyal.. kumainkan putingnya yang
sudah mulai menjulang hitam semu merah. Jari-jari tangan Tante Endah
juga tdk kalah aktifnya, ia sudah mengocok lembut “pEnis”ku. Hanya
ketika dia berancang-ancang mengulum pEnisku.. kutahan tubuhnya.. dia

sempat heran..

“Sebentar Tante..” tadi malam aku konak berat dengan penampilan YO di
film, jadi aku ingin Tante seperti dia..!! kataku menjelaskan.


“Oke.. lah terserah kamu!! jawab Tante Endah pasrah..

Dengan tetap berdiri, kubalik tubuh seksinya, aku rapatkan tubuhku
sehingga pEnisku nempel ke bokong Tante Endah.. Kugesek-gesek bokongnya
dengan pEnis, sementara tangganku mengurai rambut Tante Endah yang
tebal, panjang dan wngi..kusisir dengan jari-jari tanganku.. kemudian ku
belah dua..dan kupindahkan kedepan sehingga menutupi kedua toket Tante

Endah yang sudah mengeras.

Masih dari belakang dengan posisi tubuh berdempetan.. tanganku
meremas-remas toket yang tertutup rambut.. woww asiknya bukan main..
diapun menikmati. Tubuhnya mengelinjang.. sampai dia tdk tahan lagi dan
langsung berbalik sambil berjongkok dan memegang pEnisku..yang sudah
semakin mengeras. Dlm posisi dia jongkok aku berdiri, ia tdk langsung
mengulum.. namun ia pindahkan rambutnya yang sudah tergerai berserakan
keatas pEnisku..kini gantian dia yang memainkan pEnisku dengan

rambutnya..

“Ooohhhhh.. aah.. aaahh.. nikmat sekali Tante”!! rintihku menahan geli bercampur nikmat yang luar biasa.

Mendapat sensasi rambut seperti itu..aku hampir tdk tahan, tp aku tdk
ingin spermaku muncrat dirambutnya. Kudorong bahu Tante Endah.. agar Ia
menghentikan sejenak pemainan rambutnya. Tante Endah yang sudah mulai
terangsang, tdk mau berhenti begitu saja.. dari pemainan rambut ia
beralih menyepong pEnisku dengan mulutnya.. Sambil dikulum pEnisku,

kedua tanganku mengacak-acak rambut Tante Endah kesukaanku..

Bayangkan.. aku merasa seperti terbang di atas awan, terasa darahku
mengalir deras, pEnisku terasa berdenyut-denyut menikmati permainan
lidah Tante Endah dikepala pEnis dengan sensasi rambut nya yang lebat
berserakkan. Rambut Tante Endah yang sudah acak-acakan terus saja
kumainkan..sehingga denyutan pEnisku terasa semakin cepat.. Mungkin
hanya sekitar 3 menit aku menikmati permainan itu karena benar-benar tdk

mampu lagi menahan sensasi yang luar biasa,..

“Oooohhhh..uuuhhhh..ooooohh.. Tante.. ooohhhhhh.. aku keluar..”!! Spermaku muncrat deras.

Saking banyaknya sampai tdk tertampung dimulut Tante Endah sehingga
sebagian mengenai wajah dan rambutnya. Tante Endah tampak belum orgasme,
namun dia dengan sabar.. membantuku dlm menikmati saat konsolidasi..

“Makasih Tante..nikmat sekali”!! Kataku puas.

“Sama-sama, kita istirahat dulu lah “! Kata Tante Endah sambil memeluk dan mengibas-ngibaskan rambutnya ketubuhku..

Aku merebahkan diri di ranjang.., Tante Endahpun
mengikuti tiduran disampingku. Sekitar 5 menit aku tergolek diranjang,
Ia masih memelukku, kemudian setelah dia melihat aku sudah siuman dari
kenimatan, Ia mulai beraksi lagi dengan rambutnya. Dia geraikan
rambutnya diatas tubuhku, mulai dari dadaku.. terus turun kebawah..,
Persis diatas pEnisku dia gusel-guselkan kepalanya.. tampak benar..

rambut yang lebat dan wangi berserakan..menutupupi sekitar pEnisku.

Lalu dia atur lagi rambutnya untuk membalut toketnya kemudian dia
himpitkan toket yang sudah dibalut rambutnya ke dadaku dan digerakkan
naik turun.. Sensasional sekali .. sehingga tanpa terasa pEnisku tegak
lagi, bahkan ketegangannya jauh lebih tegang dari yang pertama. Karena
ini giliranku untuk memuaskan Tante Endah, aku segera mengambil
insiatif, kuputar tubuhnya menjadi aku diatas dia dibawah dengan
selangkangannya tepat dimukaku sementara kepalanya juga tepat menghadap

pEnisku..dan.. mulailah aktivitas 69.

Posisi ini yang paling disukai oleh Tante Endah, semakin aktif aku
mempermainkan lidahku di liang vaginanya..semakin erotis gerakkan dia
mengimbanginya. Tangganku memeluk erat kedua pahanya sehingga kepalaku
semakin terbenam diselakangan. Puas lidahku mengitari lubang,
kulanjutkan dengan menyedot dlm-dlm bagian tepinya. Tubuh Tante Endah

melonjak-lonjak sementara vaginanya sudah semakin basah.

Ia berjongkok di atasku dan mengarahkan pEnisku menusuk liang
vaginanya.. “sleeepppp”!!terdengar suara bersamaan dengan Tante Endah
menurunkan pantatnya. Dengan posisi itu, lalu dia bergerak meliuk-liuk
sehingga toket berguncang tersamar dengan rambutnya yang tergerai kian
kemari mengikuti irama gerakkan. Aku tdk menyia-nyiakan kesempatan,
langsung kutangkap dan kuremas-kuremas dengan penuh nafsu. Dengan
aktivitas masing-masing, kami benar-benar saling menikmati, pantatku

ikut bergerak naik turun seiirama dengan gerakan Tante Endah, ..

“Okkkhhhhh..oo.. nikmattt..!! erang kami bergantian, disela-sela desahan nafas.

Lumayan lama kami bermain dengan posisi ini dan kulihat gerakan tubuh
Tante Endah sudah tdk beraturan. Segera aku mengangkat badan sehingga
aku dapat memeluk Tante Endah seperti orang memangku dan setelah
beberapa kali kusodok-sodok.. kubalikan tubuhnya. Kami sempat bergumul
namun tampaknya Tante Endah sudah hampir orgasme, jadi begitu tubuhnya
kutindihi, ia mengapitkan kedua pahanya, terasa lubang vagina Tante
Endah menyempit dan berdenyut-denyut.

“Oooohhhhhh.. Beet.. Tante mauu keluar.. nih!!” .. Tubuhku dipeluk erat
sekali..mulutnya langsung kututup dengan bibirku sementara tanganku
menjambak lembut rambutnya untuk mengantar Tante Endah mencapai orgasme.

Kubiarkan pEnisku menancap di lubangnya..dan setelah beberapa saat ia
mengalami orgasme, kubalik lagi tubuh Tante Endah. Kini dia terlungkup
dengan pEnisku tetap dlm sarang. Kumainkan maju mundur.. sementara
tanganku meremas toket dari belakang, sedang wajahku kubenamkam
dirambutnya yang harum. Tante Endah mengerang nikmat lagi.., Beberapa
saat kemudian kusibak rambutnya.. lalu bibirku mengecup tengkuknya yang
mulus..Mungkin karena dia belum tuntas orgasmenya sehingga ketika
menerima perlakuan tersebut.. Dia menggeliat-mengeliat lagi..

“Ayoo..Beet.. keluarin.. aku juga mau keluar lagi nih.. sama-sama ya”!! pinta Tante Endah sambil terenggah-enggah

Aku tdk menjawab tetapi kecupanku semakin menguat ditengkuknya..tubuh
Tante Endah kembali mengejang, dan.. akhh..akhh.. lengkuh Tante Endah
berbarengan dengan semprotan airmaniku untuk kedua kalinya. Kami
tergolek bersama, sambil mengatur nafas masing-masing..

“Oooooghhhhhhhh.. Tante puas sekali Beet”!! Kamu sudah semakin pandai saja..

“Ya.. siapa dulu, dong gurunya”!! balasku sambil melumat lagi bibir tante Endah..

Setelah cukup istirahat, kami saling merapikan diri.. Aku membantu
menyisirkan rambut Tante Endah yang kusut karena tadi terus kuacak-acak.
Tampak ditengkuk Tante Endah bekas kecupanku, untung saja ketika pergi
dari rumah tadi, Tante Endah tdk sanggulan penuh.. sehingga sepintas
masih tertutup oleh rambutnya..

“Makasih Tante.. sekarang aku sudah ngga pusing lagi”!! kataku manja
sambil mengecup pipinya.. dan berlalulah kami berdua ke-toko buku







You Might Also Like

0 comments